Kamera dan Tripod
Ada seorang fotografer terkenal. Dia memiliki sebuah Kamera dan Tripod yang amat bergengsi dan mahal serta di terbandingi harganya. Kamera dan Tripod ini selalu bersahabat. Dari awal dibeli sampai ketika fotografer sudah terkenal. Mereka selalu bersenda gurau seperti ini contohnya.
"kamera, kamu tahu tidak bedanya jeruk dan gorila?" tanya Tripod
"nggak tahu tuh emangnya apa?" jawab Kamera"
"kalau jeruk kaya vitamin C kalau Gorila kaya kamu" jawab Tripod
"Haahahahaahahahahaha".
Kamera dan Tripod pun tertawa dengan gembira. Memang ituah kelakuan mereka yang suka bercanda dan bergurau. Pada suatu pagi sang kameramen mendapat suatu tlepon dari kliennya karena terburu-buru, hanya Kamera saja ynag dibawa sedangkan Tripod tidak. melihat hal itu,Tripod bersedih dia berpikir hanya Kamera yang disayang sedangkan Tripod tidak disayang oleh tuannya.
Ketika tuannya pulang beserta sang Kamera, Tripod pun langsung memalingkan mukanya kehadapan Kamera dan tuannya. Kamera pun merasa ada hal yang aneh dibalik sana. Bagaimana tidak temannya yang suka menyapanya dengan sapaan yang hangat langsung berubah menjadi dingin. Kamera langsung menghampiri Tripod. Tetapi, Tripod langsung pergi dari hadapannya. Kamera pun heran dan bertanya.
"hi Tripod. Kamu mengapa selalu diam?" tanya si Kamera
"itu bukan urusanmu" ketus dari Tripod
"Loh, kok kamu menjadi dingin sama aku?" tanya Kamera
"pikir saja sendiri" jawab Tripod
Kamera pun heran mengapa Tripod teman baiknya menjadi seperti itu. setelah beberapa hari, kameramen mendapat pesanan berupa tripod yang amat bagus lebih bagus dari sebelumnya. Tripod pun sedih, karena dia berpikir bahwa tuannya akan memasukkan ke gudang. Kamera pun juga ikut sedih karena gudang merupakan tempat dimana barang bekas yang nakal
Ternyata pikirannya benar dia dimasukkan ke gudang dan ia pun merasa sedih berpisah dengan Kamera sahabatnya yang setia. setelah Tripod masuk ke gudang, Tripod berubah 180 derajat dulu yang suka berbuat kebaikan kini menjadi nakal dan menjadi anggota geng The Wreckages. mereka suka berbuat onar di gudang. dan sangat berisik sehingga membuat kameramen susah tidur.
Setelah beberapa lama Kamera pun datang mengunjungi gudang. Dan benar firasat Kamera, Tripod pun menjadi kejam dan sangar sang Kamera pun menghampiri Tripod dan berkata.
"hei Tripod, apa kabar?" tanya Kamera.
" alah lu siapa gua nggak kenal lu" jawab Tripod.
"Tripod, kok kamu berubah?" Tanya Kamera.
"ini bukan urusan lu pergi sana" jawab Tripod.
"iya pergi lu " sahut temannya.
Kamera pun sedih melihat kelakuan Tripod akhirnya dia pergi dan meminta kameramen untuk membawa kembali Tripod sahabatnya. tapi kameramen pun lebih memilih tripod barunya dibanding Tripod. Kamera pun semakin sedih, karena Tripod tidak bisa kembali bersamanya.
Keesokan paginya Tripod menghampiri Kamera. Kamera pun langsung memeluknya dan menangis sekeras-kerasnya di dekapan Tripod. Tripod pun berkata
" Kamera kamu jangan menangis. Ada aku disampingmu" kata Tripod
" bagaimana aku tidak menangis kau yang selalu ada disisiku kini berpisah" jawab Kamera
" sudah tidak ada apa-apa. Walau raga kita terpisah namun hati selalu satu" jawab Tripod
" Tripod aku ingin selalu ada disisimu" jawab Kamera
" jikalau kau mau merasakan adanya aku kau tinggal kirim surat saja" jawab Tripod
"baiklah" kata Kamera.
Setelah peristiwa itu Kamera dan Tripod pun selalu berkirim surat dan geng The Wreckages
Selalu menjahili Tripod dengan mengambil surat dari Kamera lalu membacanya. Walau Tripod merasa terganggu. Tripod tidak pernah marah karena dia sadar jikalau temannya membacakan surat dari Kamera ia merasa Kamera semakin dekat dengannya.
Setelah beberapa hari kemudian Kamera pun merasa tubuhnya ini mulai rusak dan harus diganti namun ia menolak untuk diperbaiki karena biaya perbaikannya cukup besar untuk kameramen. Kamera pun mulai merasa lemah dan kabar ini tersiar sampai ke gudang tempat dimana Tripod berada . Teman-teman Tripod langsung mendatangi Kamera .
Seketika itu juga Tripod mulai menahan tangisannya karena ia malu jikalau ia menangis dihadapan temannya. Kamera pun mulai meminta seluruh orang yang menjenguk keluar dan hanya Tripod yang ada disitu. ketika disitulah Tripod mulai menangis.
"Kamera, jangan tinggalkan aku. Aku kesepian tanpamu." kata Tripod sambil menagis.
" kan kau masih ada teman. Yaitu The Wreckages." jawab Kamera.
"tapi tiada lebih indah selain kau Kamera" kata Tripod.
"Aku juga hanya barang biasa dan tidak ada istimewanya" jawab kamera.
" tapi kau penghilang rasa kuatirku. Di saatku kesepian kau ada, di saat ku menangis kau. .ada disaatku tertawa kau ada, dan disaatku mulai hilang kau ada" jawab Tripod.
"tapi disaat kau mulai bahagia dengan temanmu ku tiada. disaat kau mulai hilang arah ku tiada. Bahkan di saat kau di jalan yang salah ku tidak ada kawan." jawab Kamera.
"Benar Kamera. perkataanmu benar" jawab Tripod.
" seharusnya kau sadar Tripod. ku telah salah menilaimu. kukira ketika aku tiada kamu ada rasa rindu. Ternyata tidak sama sekali."
" justru aku lebih salah menilaimu. ku kira kau akan bahagia ketika ku tiada ternyata kau masih bisa sedih kawan." jawab Tripod.
"kenapa kau menilaiku seperti itu?" tanya Kamera.
" karena ketika peristiwa aku lupa dibawa oleh kameramen. aku kira kau merasa bangga tanpa aku." jawab Tripod.
" Tripod Tripod justru aku sedih, tanpamu aku merasa hilang, ketika kamu tiada aku tidak pernah ada perasaan bangga. sudah dulu kita berbicara besok kita sambung lagi." jawab Kamera
" Janji ya " kata Tripod.
"iya" jawab Kamera.
Keesokan paginya Tripod mendengar kabar bahwa Kamera sudah tiada. Tripod pun menangis dan menghadiri pemakamannya. ya tempat pemakaman benda yaitu sampah. Setelah pemakaman selesai ia melihat ada secarik kertas di lemari kamera. Tripod pun heran akan apa yang dilihatnya. ia pun mengambilnya dan ternyata isinya ialah surat dimana kata-kata terakhir Kamera ditulis. inilah isinya.
"Hi, Tripod sudah lama kita tidak berjumpa semenjak kau tidak ada di rumah aku merasa sedih aku selalu merasa tidak nyaman dengan teman baruku yaitu Tripods. Memang namanya mirip kamu tapi sifatnya sangat berbeda dengan kamu. Ketika aku mendengar kabar kau masuk geng The Wreckages aku takut karena kamu melupakanmu. tapi dugaanu salah karena kau masih ingin selalu dekat padaku dan mengirim surat padaku.
Ketika ajalku sudah dekat kau masih ada di dekapanku dan kau curhat bagaimana kau merasa terbuang dan lain sebagainya. aku merasa bahagia ada di dekatmu. dan aku masih ingat akan leluconmu yang seperti ini. apa bedanya jeruk sama gorila. Kalau jeruk kaya vitamin c kalau gorila kaya kamu. memang terkesan tidak lucu tapi dibenakku ini lucu sekali. inilah surat terakhirku terima kasih sudah menemani hidupku.salam hangat Kamera"
Ketika Tripod membaca itu Tripod menangis ia sadar yang ia lakukan itu salah kepada Kamera ia sadar akan sikap dinginnya dan sikap cueknya terhadap kamera ia memutuskan untuk keluar dari geng dan menemani selalu kamera dimakamnya sampai ia tiada
No comments:
Post a Comment