Wednesday, June 1, 2016

Cerpen: Anak yang angkuh

Anak yang Angkuh

Ada seorang anak. Dia bernama Jack. Dia itu sombong sekali. Mentang-mentang dia mempunyai banyak penggemar di social medianya. Anak itu merasa dirinya tak perlu dikritik karena dia merasa dirinya paling sempurna. Banyak orang mengkritiknya karena gaya angkuhnya. Tapi tidak sedikit juga orang membela dia dari sang pengriktitik. Bahkan, ada orang yang akan mengancam jika Jack dihina.

Suatu hari Jack ingin membuat video di salah satu social media bernama Youtube dan ia bercita-cita ingin menjadi orang terkenal di Youtube. Ketika ia ingin membuat video di Youtube, teman-temannya datang. Yang satu bernama John dan yang satunya lagi bernama Caleb. Mereka membuat video di Youtube tanpa persiapan apapun. John khawatir apakah karyanya akan dilihat atau tidak. Kemudian ia berkata kepada Jack.

"Jack, kita kan tidak ada persiapan apa pun. yakin tidak karya kita terkenal?" tanya John
" Pastilah. Dengar ya gua tuh orang terkenal pasti orang lihat karya gua" jawab Jack dengan angkuh.
"tapi kan"
" sudah tak ada tapi-tapian mending kalian pulang" 

Akhirnya John dan Caleb pun pulang. Mereka khawatir apakah karyanya akan dihina atau dilecehkan. Keesokan harinya Jack melihat ada orang yang mengkritik video yang dibuatnya. Jack pun marah dan membalaskan dendamnya melalui fans. Ia berkata kepada fansnya bahwa orang ini harus dihina seperti dirinya.

Kemudian saat Jack berkata seperti itu tiba-tiba sang pengkritiknya mengundang Jack untuk bicara secara langsung dengan dia tanpa membawa fansnya. Jack pun lebih marah lagi karena perkataan sang pengkritik. Ia pun langsung memanggil aparat ke rumah sang pengkritik dan menangkapnya atas tuduhan pelecehan nama baik.

Kabar ini tersiar sampai ke seluruh social media. Dan respon yang diberikan ada, yang baik ada yang buruk. Yang satu berkata bahwa Dia pantas mendapat hukuman tersebut. Yang satunya lagi berkata ia tidak berhak mendapat hukuman karena ia hanya mengkritik. Karena wacana tersebut, terjadilah cyber war. diantara kubu pembela Jack dan pengkritik Jack.

Jack pun senang melihat hal tersebut. Sampai suatu hari, fansnya Jack memberitahukan bahwa, para pengkritik ingin datang ke rumah dia. Dengan rasa angkuhnya ia memberikan alamat rumahnya dan menyuruh pengkritik datang. setelah beberapa hari kemudian para pengkritik datang ke rumahnya. Tapi, mereka langsung pergi karena melihat ada aparat di rumahnya.

Kemudian salah seorang pengkritik bertanya mengapa ada aparat dirumahnya. Dan ternyata, bapaknya Jack adalah sang polisi. yang menyuruh untuk menangkap salah seorang pengkritik atas tuduhan pelecehan nama baik. Para pengkritik pun lansung marah dan meminta Jack untuk melepaskan temannya.

Jack tidak mendengar perkataan mereka. Ia pun terus membuat video karena ia tahu bahwa fansnya lebih berharga dibanding ocehan sang pengkritik. Ia pun terus berbuat video. Sampai, pada suatu saat ia melihat ada sebuah komentar yang berisi makian dari fansnya yang menyuruh ia untuk berhenti membuat video. Ia tidak takut ,ia langsung menyuruh bapaknya untuk melacak keberadaan yang memaki orang tersebut.

Dan sang pemaki sudah ditemukan dan berhasil ditangkap. Setelah peristiwa tersebut Jack pun memiliki para haters atau orang yang membenci dia. Banyak para haters yang bilang, "hei kamu tuh belum dewasa belajar duluh deh baru buat youtube", "hei sampah kamu tidak usah ada di youtube pergi sana", "kecil-kecil bikin youtube, saya waktu kecil main gundu" dan lain sebagainya.

Jack pun marah ia langsung meminta bapaknya untuk mencari para haters. Bapaknya pun kewalahan karena haters dia sangat banyak. Akhirnya ia memutuskan untuk berhenti membuat video dan belajar. Saat ia belajar, ia memikirkan karir youtubenya, videonya, dan para fansnya. Ia pun kecewa mengapa orang yang begitu menyukainya kini membencinya. bahkan fans fanatiknya pun menjadi hatersnya dia.

Jack pun menyesal dan mengambil jaln pintas yaitu bunuh diri ia merasa bahwa hidupnya sudah tidak berguna dan sudah kehilangan arah. Ia pun memutuskan untuk mengambil obat racun tikus dan meminumnya. Ketika itu ayahnya tak sengaja membuka pintu kamar Jack dan melihat mulutnya Jack penuh busa. Seluruh keluarga panik dan menyuruh ibunya untuk menelpon ambulan.

Jack pun dibawa ke rumah sakit dan dimasukkan ke dalam ICU. Ayahnya pun berdoa agar anaknya selamat dan tidak terjadi apa-apa. Setelah beberapa saat kemudian dokter pun berkata bahwa Jack berhasil diselamatkan. Ketika Jack dalam keadaan koma, Jack bermimpi.

"Jack, Jack" kata suara misterius.
" siapa itu" Jack menjawab.
" kau tak perlu mengetahui aku. Sekarang kau harus melihat tentang dirimu" Suara misterius itu menjawab.
"Memangnya aku seperti apa?" Jack bertanya.
" inilah dirimu di masa lalu ceria dan rendah hati. Dan dirimu sekarang adalah orang yang angkuh dan sombong. Serta dirimu dimasa mendatang ketika kau mati kau tiada dan orang bersorak sorai karena kematianmu" Suara misterius itu menjawab

Ketika Jack melihat itu ia menangis dan merenung ternyata ia telah berbuat kesalahan yang amat keji. Kemudian ia bertanya pada suara misterius itu.

"Terus apa yang harus aku lakukan?" tanya Jack.
"Kau harus memperbaiki pikiranmu, dan memperbanyak kasih, serta rendah hati" jawab suara misterius.

Ia pun tersadar bahwa Ia harus berubah. Ketika ia sadar akan komanya ia memeluk ayahnya dan berjanji untuk belajar dan berbuat sesuatu yang baik dimata orang. Ia pun sadar bahwa yang ia lakukan salah. Dan berjanji untuk merubah kesalahannya dan selalu rendah hati.

Setelah Jack keluar dari rumah sakit ia meminta ayahnya untuk membebaskan orang yang dituduh oleh Jack. Ia pun memaafkan mereka dan meminta kritik untuk karir youtubenya fansnya yang dulu membencinya kini berbalik menyukainya. Dan kini Jack beserta fansnya membuat yayasan amal untuk orang yang membutuhkan dan mempromosikannya lewat Youtube.

Dan Ia sadar bahwa yang harus ia lakukan adalah perbaiki pikiran, perbanyak kasih dan rendah hati dan itu menjadi landasan atas yayasan amalnya dan atas dirinya sendiri. Dulu ia terkenal karena kesombongannya kini ia terkenal karena kebaikan dan kerendahan hatinya untuk melayani sesama. 







No comments:

Post a Comment